• Sabtu, 10 Desember 2022

Patah Hati Bisa Membunuhmu

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Patah Hati Bisa Membunuhmu (Pixabay)
Patah Hati Bisa Membunuhmu (Pixabay)

Kehilangan orang yang dicintai bisa membuatmu patah hati. Tapi sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2014. Menunjukkan bahwa patah hati bisa lebih dari sekedar masalah simbolik. Memungkinkan untuk mengalami stroke atau serangan jantung setelah kematian kedua pasangan dalam 30 hari pertama.

Para peneliti, dari St George's University of London di Inggris, menerbitkan hasil studi mereka di JAMA pada bulan Maret 2014. Mereka mencatat bahwa, terkadang, kesedihan dapat menyebabkan stres fisik berlebih dan juga dapat membuat orang kehilangan minat atau lupa untuk mengambil obat mereka.

Untuk menyelidiki patah hati sebagai faktor risiko untuk masalah kardiovaskular. Para peneliti menilai tingkat stroke atau serangan jantung pada pasien di atas usia 60 yang pasangannya meninggal. Mereka kemudian membandingkan bahwa dengan individu yang pasangannya baik pria atau wanita yang masih hidup.

Secara total, ada 30.447 individu dalam studi yang pasangannya yang telah meninggal dan 83.588 tidak punya kontrol karena hal ini. Para peneliti menemukan bahwa 16 per 10.000 orang responden yang meninggal mengalami serangan jantung atau stroke dalam waktu 30 hari.

Setelah 30 hari. Ada peningkatan risiko terkait patah hati. Orang yang mengalami patah hati lebih memungkinkan munculnya rasa kehilangan yang mendalam. 

Dr. Sunil Shah, dosen senior di St. George's University of London, mengatakan:

"Kita sering menggunakan istilah ' hati yang patah ' untuk menandakan rasa sakit kehilangan orang yang dicintai dan studi kami menunjukkan bahwa perasaan berduka dapat memiliki efek langsung pada kesehatan jantung. 

Kesedihan meningkatkan risiko kardiovaskular

Telah ada bukti dari penelitian lain bahwa mereka yang kehilangan pasangan dan mengalami kesedihan dapat menyebabkan perubahan dalam pembekuan darah, tekanan darah dan kontrol denyut jantung, kata Dr Shah.

"Selain itu, kami telah menemukan, dalam studi lain, bahwa dalam beberapa bulan pertama setelah berduka, individu mungkin tidak secara konsisten mengambil obat pencegahan mereka secara rutin, seperti obat penurun kolesterol atau aspirin." tambahnya.

Halaman:

Editor: Mas Bro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Tips Tidur yang Efektif

Sabtu, 19 November 2022 | 19:23 WIB

Sejarah Hari Pahlawan pada 10 November

Selasa, 8 November 2022 | 20:00 WIB

Mau Lolos CPNS 2023? Cek Syaratnya Berikut Ini

Rabu, 2 November 2022 | 18:30 WIB

Fungsi dan Pengertian ANBK Beserta Kisi-kisi Soalnya

Selasa, 18 Oktober 2022 | 18:23 WIB

5 Tanda Kamu Mungkin Kecanduan Pornografi

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Benarkah Film Porno Mempengaruhi Kesehatan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:30 WIB

6 Tips Tidur yang Efektif

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Aktivitas Sehat Pagi Hari, Cukup 5 Menit

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Fakta Penting Tentang Tidur

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Kenapa Saat Malam Lebih Kreatif?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:30 WIB

Kesedihan Dapat Meningkatkan Judgement

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Kesedihan dapat Meningkatkan Interaksi Sosial

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:30 WIB

Kesedihan Dapat Meningkatkan Memori Kamu

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Cara Sehat Mengatasi Perpisahan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:30 WIB

Terpopuler

X