• Sabtu, 10 Desember 2022

Aksi ‘Tutup Mulut’ Timnas Jerman Bentuk Dukung LGBT Disebut Jadi Penyebab Kekalahan Oleh Netizen?

- Kamis, 24 November 2022 | 16:02 WIB
Aksi timnas Jerman yang diduga bela LGBT.  (Twitter @DFB_Team_EN)
Aksi timnas Jerman yang diduga bela LGBT. (Twitter @DFB_Team_EN)

Kebaca.com - Protes dan situasi kontroversi Piala Dunia 2022 semakin disorot setelah para pemain timnas Jerman menutupi mulut mereka dengan tangan untuk menunjukkan bahwa mereka telah ‘disumpal’ oleh FIFA.

Pesan mereka diperkuat oleh menteri dalam negeri Jerman, Nancy Faeser, yang juga mengenakan ban kapten OneLove, yang mempromosikan toleransi, keragaman, dan hak LGBTQ+, saat dia duduk di sebelah presiden FIFA Gianni Infantino.

Baca Juga: Prittt! Jepang Kandaskan Jerman di Fase Grup Piala Dunia 2022

Itu adalah tindakan pembangkangan yang diperhitungkan terhadap FIFA, yang telah memperingatkan tujuh negara, termasuk Inggris dan Wales, bahwa mereka akan menghadapi sanksi olahraga jika kapten mereka mengenakan ban kapten OneLove selama pertandingan.

Enam pemain, termasuk kapten Manuel Neuer dan Ilkay Gundogan dari Manchester City, juga mengenakan sepatu Adidas dengan jahitan pelangi selama kekalahan mengejutkan 1-2 melawan Jepang, sementara semua punggawa Jerman mengenakan atasan dengan warna pelangi di lengan baju mereka saat sesi pemanasan.

Dalam pernyataan tegas, pihak Jerman memperjelas kemarahan mereka, mengatakan kepada FIFA (dilansir Kebaca.com dari The Guardian): “Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami pegang di tim nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati. Bersama dengan bangsa lain, kami ingin suara kami didengar.”

“Ini bukan tentang membuat pernyataan politik, hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tapi tetap saja tidak demikian. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami. Menolak kami ban kapten sama dengan menolak kami bersuara. Kami berdiri di posisi kami,” tambahnya.

Baca Juga: Zakir Naik Dikabarkan Berada di Qatar Selama Piala Dunia 2022

Hubungan sesama jenis adalah ilegal di Qatar dan sementara penyelenggara dan FIFA telah mengulangi pesan bahwa "semua orang diterima" selama Piala Dunia, tidak jelas apakah undang-undang yang mengkriminalkan tindakan seperti berciuman di depan umum telah ditangguhkan.

Halaman:

Editor: Ade Hery Ardian

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dani Alves Ungkap Alasan Brasil Dikalahkan Kamerun

Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:41 WIB

Pele Dilarikan ke Rumah Sakit, Terungkap Alasannya

Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:11 WIB

Juara Tinju Dunia Ancam Lionel Messi, Mau Dihajar?

Senin, 28 November 2022 | 22:17 WIB

Terpopuler

X